Alhamdulillah.. Pada hari Rabu Tanggal 19 Februari 2020 yang lalu, telah berlangsung kegiatan KulWhapp yang diadakan oleh Litbang Komunitas Crafter Depok. Pembicara kali ini merupakan senior, dan termasuk sebagai salah satu pendiri Komunitas Crafter Depok yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komunitas Crafter Depok Periode 2016 - 2019.
Berikut adalah profil singkat dari pembicara pada KulWhapp yang bertajuk "Manajemen UKM Dari Segi Kualitas – Kuantitas – Legalitas"
Nama Lengkap: SRI ALDERINA
Brand: RINA OSHIBANA
Memulai usaha sejak tahun 2010.
Pada tahun 2011 Menulis buku tentang oshibana. Dan cetakan pertama berhasil terjual 4000 eksemplar dan pernah dinobatkan sebagai book of the month di Toko Buku Gunung Agung dan Gramedia.
Dari awal sampai dengan saat ini masih menekuni Oshibana, hampir semua stasiun tv tanah air sudah pernah meliput (METRO TV, NET TV, KOMPAS TV, TRANS7, TVRI, O CHANNEL, BERITA SATU, dll)
Media cetak yg liput :
- Martha Stewart Living Magazine
- Harian Kompas
- Tabloid Genie, Nova
- Bulletin Ummi,
- Inacraft Magazine
Media elektronik:
- Kantor berita Antara dan banyak lagi media online lainnya
Untuk workshop offline sudah dilakukan di beberapa kota seperti:
- Jabodetabek
- Bandung
- Jogja
Pernah mendapatkan penghargaan sebagai Crafter of the Month dari Martha Stewart Magazine.
Berhasil meraih 3 sertifikasi berbagai bidang BNSP dengan predikat kompeten.
Dan sebentar lagi akan mengikuti ujian sertifikasi menjadi assessor di bidang Instruktur dan Pendampingan UMKM.
Dalam KulWhapp kali ini Mami Rina (Kami biasa memanggil beliau dengan sebutan Mami karena dulu beliau bertugas sebagai Ketua sekaligus Mami bagi "anak-anak"nya di Crafter Depok) akan memaparkan tentang Manajemen UKM dari segi Kualitas - Kuantitas - Legalitas. Berikut adalah materi yang disampaikan oleh beliau;
1. KUALITAS
Sebagai pelaku usaha khususnya bidang craft, kita harus punya ciri khas sendiri, yg berbeda dgn yg lain.
Disamping memiliki ciri khas tersendiri, kualitas produk sangat perlu diperhatikan.
Dengan kualitas produk yg bagus, meskipun ownernya baru mulai merintis usaha, akan langsung mencuri perhatian customer.
Kualitas memang berkaitan erat dgn jam terbang yg tinggi, dan untuk itu perlu kerja keras dan kerja cerdas. Cerdas dlm artian ketika melihat produk kompetitor, kita jangan hanya sekedar amati tiru dan modifikasi, tapi buatlah sesuatu yg baru dan out of the box. Jangan sampai copy paste plek plek…!!
Dalam membuat suatu produk ada beberapa aspek yg harus diperhatikan, antara lain:
- Fungsi produk
- Desain yg unik
- Bahan baku
- Target market
- Harga jual
- Packaging
FUNGSI PRODUK
Ketika kita membuat suatu produk sudah harus tahu produk itu fungsinya sebagai apa? Jika tas, apakah tasnya itu buat sekolah, kerja, jalan2 ke mall, acara resmi, hang out, dll. Dari situ kita breakdown lagi, misal tas buat bekerja, apakah mau buat tas backpack, sling bag, dll.
Jadi kalo buat produk tuh ga asal buat sesuai keinginan pribadi. Tapi dilihat juga kira-kira kalo diproduksi dan dijual siapa yg akan pakai dan akan dipakai kemana dan untuk acara apa, dst.
DESAIN YG UNIK
Cobalah buat desain yg belum ada di pasaran. Kalaupun sudah ada, tambahkan ciri khas kita, entah itu dr segi bahan, komposisi warna atau pernak pernik unik seperti jenis resletingnyakah, jenis benangnya atau detil yg lainnya. Untuk itu ada beberapa tips:
- Rajin2 ngegoogling untuk menambah wawasan, ide, brainstorming kreativitas, dll
- Jangan pelit merogoh kocek untuk ikut workshop berbayar sesuai jenis produk kita.
- Bergabunglah dengan komunitas2 yg berhubungan dgn produk yg kita buat (kalo ikut macam2 ws sah2 aja selama kita ttp fokus dgn produk sendiri ya gals…)
- Jangan malas mengikuti pelatihan2 dr dinas
- Jangan bosan trial by error. Contoh pengalaman pribadi saya yg menekuni seni bunga press dr Jepang. Saya mulai dr thn 2010. Awalnya mengikuti ws basic dan advance Oshibana dgn materi how to press flower dan membuat macam2 produk di materi kertas. Setelah itu googling2 sendiri mencari apa itu Oshibana. Kemudian dari situ dapat info pakar Oshibana di Jepang. Saya email dan tanya seputar Oshibana yg saya tdk dapatkan jawabannya di dunia maya. Akhirnya saya belajar jarak jauh dgn beliau. Dari situ saya kembangkan lagi varian produk yg berbahan resin secara otodidak.
Awalnya beli bahan baku titip sama teman yg tinggal di Jepang. Namun karena mahal saya coba bahan lokal. Lebih banyak gagalnya drpd suksesnya. Jutaan rupiah terpakai hanya untuk trial and error. Butuh waktu 1 tahun lebih sehingga mendapatkan komposisi yg pas, supplier tetap untuk bahan2 baku, dll. Namun dengan kesabaran dan kegigihan akhirnya saya dapat memproduksi produk yg unik dengan bahan baku yg sdh tertakar. Jadi ketika ingin produksi masal sdh tdk masalah lagi.
BAHAN BAKU
Untuk bahan baku pastikan sdh diuji coba kepada produk yg kita buat dan kualitasnya ok.
Contoh, ketika saya membuat resin untuk oshibana, memakai resin lokal bunga jd pucat, berubah warna, hasil akhir butek dan mengecewakan.
Lalu saya coba lagi resin buatan Amerika. Hasilnya bagus tapi muahalnya naudzubillah deh…
Pake resin buatan Jepang, bagus tapi kalo lama tdk dipake, dia mengeras dan akhirnya terbuang sia-sia.
Pada akhirnya saya pake resin dr supplier tetap saya. Alhamdulillah hasil bening, ga ada cacat, jarang gagal dan kontinyuitas pasokan aman terkendali.
Jadi memang bahan baku berkaitan erat dgn jam terbang kita dlm praktek langsung mencoba berbagai bahan baku dgn rentang harga yg variatif.
So, tdk blh malas nyetok bahan baku tapi jangan lupa langsung eksekusi. Jangan nunggu si ilham datang atau si wangsit datang. Pokoe jangan woles lah ya uji coba terus hingga mendapatkan hasil akhir produk yg ok.
TARGET MARKET
Dalam membuat produk dari awal kita sdh hrs menetapkan:
• Usia pemakai
• Jenis kelamin
• Rentang usia
• Daya beli, apakah kls bawah, menengah atau atas.
• Asal kota/daerah
• Dll
HARGA JUAL
Dalam membuat suatu produk, dr awal harus sdh rapi cashflow dan manajemen keuangannya ya. Dr awal belanja bahan baku, simpan dan catat bon2 pembelian.
Breakdown satu persatu harga bahan baku yg dipakai untuk 1 produk, bahkan sampai hal terkecil, misal 1 label yg kita tempel di produk, brp harga modalnya.
Breakdown dalam pengerjaan 1 produk berapa lama waktu yg kita habiskan.
Dihitung juga listrik yg kita pakai, dikira-kira aja secara garis besar.
Jangan lupa ongkos transportasi yg terpakai saat kita belanja, makan dan minum. Kalo jajan mah jgn dimasukin yak, hehe he…karena seringkali emak2 tuh jajan yg lain suka kebablasan. Liat renda lucuk, mau dibeli. Lihat bahan murmer pengen dibeli, eh liat resleting warna warni mau beli jg pdhl blm tau mau dipake buat apa, ya kan??? Hayoo ngaku…
Stlh semua pembiayaan ditotal akan keluar HPPnya..
Dari total modal, tambahkan 30% untuk margin. Maka keluarlah harga jual.
PACKAGING
Untuk packaging jangan sekali2 pakai plastik mika terus distraples kayak mamang2 yg jualan di pinggir jalan ya…. Enggak banget lho buat produk handmade kita yg dibuat dgn cinta…eaaaa….
Apalagi alasnya pakai yg ada tulisan jewellery yg keliatan banget buatan pabrik…
Hari gini kan banyak aplikasi yg bisa bantu kita desain kartu nama, flyer, desain alas produk dll. Tinggal kitanya mau apa enggak belajar dan belajar lagi.
Belajar buat desain sendiri atau pake jasa temen2 sekitar kita yg pd jago desain, misal KaEry, KaWening, KaIra, dll…
Untuk kemasan craft malah lbh simple dan mudah krn ga harus nempelin logo halal mui, MD, izin PIRT, BPPOM, dll.
Karena dlm berbisnis kita harus visioner, maka ketika membuat kemasan, pikirkan juga kemasan yg bakal kuat, tahan hempasan, ga gampang mleyot2 ketika ditumpuk2 dlm bagasi/ekspedisi dgn asumsi kedepannya barang kita bakal dikirim krn ada buyer dr luar negeri, dgn asumsi produk kita terpilih untuk pameran keluar negeri. Packagingnya ga blh sembarangan agar barang kita ttp utuh dan mulus ditujuan akhir.
Dengan trend saat ini dimana go green, save our planet begitu gencar, alangkah bijaknya jika kita menggunakan bahan baku yg ramah lingkungan, menggunakan kearifan lokal seperti lembaran tikar pandan, eceng gondok, dll yg dibuat untuk kotak2 kemasan. Yang mau pakai bahan kertas, gunakan recycled paper yg berbasis zero waste.
2. KUANTITAS
Bicara kuantitas, berarti kita bicara tentang berapa banyak jumlah produk yg sanggup kita produksi
secara kontinyu. Biar ga bingung, hitung dalam 1 hari kita bisa memproduksi berapa banyak produk.
Lalu hitung dlm 1 pekan bisa produksi berapa, kemudian akan keluar angka 1 bulan bisa produksi berapa banyak produk. Di sini kita bicara tentang kuantitas, terlepas dari berbagai macam model produknya.
Bagi para pemula maupun yg sudah lama menekuni dunia craft, set your goal…
Jika ingin menghasilkan pendapatan tertentu, ya harus menghitung berapa banyak produk yg kita
sanggup produksi dalam 1 bulan. Nanti akan keluar angka penjualan 1 bulan.
Sudah jadi masalah klasik banget kalau para pelaku ukm itu up n down, tidak tetap dan tidak konsisten dalam memproduksi barangnya sendiri…
Banyak banget kasus yg terjadi ketika ada kesempatan pameran, bazar dadakan, orderan tiba2, bahkan kesempatan mempromosikan produk di ajang yg bergengsi, sebagian besar pelaku ukm tidak siap dikarenakan kehabisan stok (ini masih mending, tandanya produknya laris manis… seringnya siy gegara ga nyetok…hi hi hi…hayo ngaku….)
6 tahun dapat amanah di kepengurusan CD saya kayak dipentok2in kesana kemari dan tak berdaya
karena pihak dinas demen banget kasih info dadakan.
Seperti: Bu Rina, 2 hari lagi ada kunjungan kerja dari daerah, tolong siapin produk teman2 CD yg kece2 ya…
Atau: Bu Rina, besok ada rapat paripurna di DPRD. Tolong teman2 CD isi 2 meja ya..
Atau lain kali: Bu Rina, dari CD adakah yg punya stok 100 pieces produk yg sama, dengan rentang harga sekian....
Bahkan ada yg lebih parah, info bukan H-1 , tapi di hari H. Siang ada acara, paginya baru diberitahu.
So intinya, meski sampai berbusa-busa, saya ga akan bosan mengingatkan teman2 untuk nyetok,
nyetok...
Karena kita ga tau bakal ada event apa yg dadakan dan diberi kesempatan di mana. Seringnya,
kesempatan ga datang dua kali khaaan……😅
Gals, ada yg bilang ke saya kalau crafter itu egois dan tinggi hati. Dalam arti, crafter itu begitu pede dan
nyaman banget kalo semua dikerjakan sendiri dan puas lahir batin dengan hasil akhir dibanding
mempekerjakan/menggaji karyawan untuk bantu produksi.
Awalnya saya juga begitu. Merasa lebih puas kalau semua dikerjakan sendiri meski badan jadi gempor bin rèmèk
Namun seiring dengan tuntutan pekerjaan dan permintaan memberi workshop, memberikan coaching,
monev dll, tambahan pula ada beberapa amanah lainnya di beberapa organisasi, saya benar-benar
keteteran....
Saya rasanya menzolimi badan sendiri. Bangun jam 4 subuh terus berkegiatan, baru bisa tidur di atas
jam 11 malam. Penyakit yg ga diundang berdatangan..
Dari situlah saya mulai pakai karyawan khusus untuk proses pengeringan bunga. Desain tetap saya yg
handle.
Saya mulai pakai karyawan tahun 2011 sampai dengan sekarang. Alhamdulillah, dia punya
passion di bidang craft, dia menguasai juga untuk pengerjaan produksi bunga2 akrilik, bunga2 dari
bahan kulit jagung dan yg lainnya. Untuk admin website saya sewa tenaga khusus.
Dengan pembagian tugas sedemikian rupa, saya bisa fokus bagian desain akhir saja.
Untuk hiasan dinding Oshibana, desain basic pada kertasnya saya serahkan ke desainer khusus yg juga
bagian dari tim saya.
Jadi lumayan menghemat waktu, ga mendesain, edit, dan cetak sendiri. Kertas
hasil desainnya diantar ke rumah, saya tinggal hias dengan bunga2 press yg juga sudah ready stock.
Jadi ga ada salahnya delegasikan wewenang kepada asisten kita dgn SOP serta standar dan acuan yg
jelas. Inshaa Allah kualitas akan tetap terjaga dan walhasil kuantitas juga bisa bertambah kapasitasnya.
Sedikit sharing pengalaman pribadi bagaimana memperlakukan karyawan.
Karyawan itu biasanya secara intelektual dia lebih rendah dari kita, kan ibaratnya dia pekerja kasar ya…
Mereka dgn posisi seperti itu sensitivitasnya tingkat dewa, mudah tersinggung dan gampang dikompori
oleh pihak2 yg tidak suka dengan kita…
Nah, saya selalu menganggap karyawan itu bagian dari keluarga.
Ketika kita makan pakai tempe, dia akan makan tempe juga. Jadi dihargailah keberadaan mereka.
Jika kerjanya ada yg salah/ga beres, diskusikan dengan kepala dingin dan diberitahu baik2.
Selalu katakan terima kasih setiap kali kerjanya ok.
Sekali2 bolehlah diapresiasi belikan eskrim🍨 gitu, he
he he…
Jaman now ke karyawan itu ga bisa lagi bilang : I am the boss and you are nothing...just follow my
instruction and do your job…
Wah bisa kabur dengan segera tuh karyawan.
Kita harus samakan persepsi bahwa kita 1 team yg solid..
Untuk masalah gadget, sepakati dari awal selama jam kerja boleh bawa hp tapi ga boleh dipakai. Saat istirahat bolehlah dipakai.
Kuantitas Inshaa Allah melejit dengan adanya sistem asistensi.
Ada usaha, ada hasil. Yakinlah usaha ga akan mengkhianati hasil akhir...
Selamat hunting karyawan ya gals...
3. LEGALITAS
Legalitas hari gini penting banget euy…
Saat saya audiensi dengan Kepala Disdagin 3 tahun yg lalu, beliau sudah tekankan betul 3 aspek utama yg harus dipenuhi pelaku UKM, yaitu aspek Kualitas, Kuantitas, dan Legalitas.
Jadi, kenapa susunan judul temanya seperti itu, bukan tanpa alasan.
Ketika seseorang memulai usaha, pasti yg akan dilihat customer pada sebuah produk adalah kualitas. Ketika kualitas barangnya bagus, customer puas dan percaya pada produk kita.
Kemudian karena suka dengan kualitas yg OK, dia akan order lebih banyak lagi atau repeat order lagi. Di sini kita sudah bicara kuantitas. Kemudian ketika produk kita jadi unggulan, serta merta akan terbuka peluang pameran, bazar dan tawaran2 lainnya. Nah ketika sudah mulai go national bahkan go international, mau ga mau kita harus siapkan aspek legalitasnya.
Kita mulai dituntut untuk proses HKI, minimal brand kita dulu. Baru kemudian didaftarkan jenis2
produknya. Kalau dipikirin doang mah bakal rumit tak berkesudahan, rumit berkelindan bagaikan kisah cinta Romeo dan JuIiet...
Just do it gals.
Ikutin aja SOP dari dinas.
Kaka2 cantik pengurus CD sudah pasang badan tuh bantuin proses HKI temen2 yg difasilitasi dinas.
Don’t miss it for sure..!!!
So semangat selalu ya dear CDers..💪
When there is a will, there is a way...
Q & A
1. Ery - Obaji
Nah ini pe er banget...
Untuk jg kualitas kita hra sering2 upgrade diri dgn sering2 ikut pelatihan yg berhubungan dgn peningkatan kualitas produk.
Bisa jg melalui media ol seperti yutub, pinterest, dll.
Open your mind dgn banyak baca literatur yg berhubungan dgn produk kita dlm artian baca bukunya ya...
Trs hrs siap dan berbesar hati ketika ada yg kritik dan kasih masukan.
Follow up masukan2 yg ada..
2. Irma - D'Purity
➡ siapkan secara matang bahan2 baku di rmh secara kumplit. Jd bisa produksi setiap saat ketika ada dan tdk ada permintaan.
Manajemem waktu.
Setting time table dlm planning produksi.
Buat target yg jelas.
Evaluasi kalo ga capai target.
Apa faktor2 yg menjadi penyebabnya..
Apakah ga pandai bagi waktu?
Atau nunggu si kang mas Mood nongol?
Knp ga ada dlm diri kita motivasi bikin produk setiap hari?
Buat target pemasukan yg jelas dan terukur dlm menjual produk. Otomatis akan ada motivasi rupiah bakal ngalir ke kocek
3. Desi Ariani - Nichicraft
➡ buatlah legalitas kita di dunia online yaitu dgn buat akun sesuai brand kita. Contohnya semua akun saya di sosmed sama yakni RinaOshibana.
Jd kita sdh punya legalitas di online. Krn once you choose the name of account, org laen ga bs pake akun itu lagi alias unavailable to use the same name
4. Gemalasari - Magali
➡ coba rekrut tetangga atau org sekitaran yg kita kenal...
Ajarin hal2 yg simple dulu dlm ngerjain produk kita.
Niatkan rekrut untuk bantu perekonomian mrk jg.
Selain dikasih gaji tetap, cobalah jg jd orangtua asuh anak2 mrk dgn bayarin spp bulanan mrk sesuai kemampuan kita..
Jd mrk akan loyal kpd kita meski gaji bulanan ga gede2 amat.
Tes the water untuk kejujuran mrk.
Jujur itu yg utama.
Kalo kerjaan bs diajarin pelan2 sampe bisa
5. Sekar - AdamarAlesha
Jangan dibiasakan kasbon
Kasih pengertian dan SOP diawal kalo kerja sama kita ga bs begitu.
Rule is the rule.
Blg baik2 kalo kita modal kecil yg hrs diputar modalnya.
Ada itung2an cash flow per bulan jd si pekerja hanya akan dpt salary ketika sdh jatuh tempo.
Tekankan kalo mrk akan mendapatkan haknya ketika mrk sdh melakukan kewajibannya.
Make it clear di depan/si awal mrk kerja.
Jd mrk sdh tau prinsip awal kerja ama kita.
Kita hrs punya bargaining position yg kuat
----
Demikian KulWhapp kali ini. Semoga bermanfaat.
Terima kasih.
Courtesy of Litbang Crafter Depok
Pembicara : Sri Alderina
Moderator : Weningratri
Reposted by : Obaji

No comments:
Post a Comment