Tuesday, October 31, 2017

Manajemen stock dan persiapan bazar

Disalin dari kulwap Crafter Depok
Narasumber : Lia Rahmawati owner Jazmine Craft
Assalamualaikum wr.wb teman2 crafter Depok
Disclaimer :
Yang saya sharing disini berdasarkan pengalaman beberapa kali ikutan bazaar, saya tahu persis bahwa teman-teman di sini ada yang pengalaman ber-bazaarnya lebih banyak dari saya. Pengalaman bazaar saya cuma di acara komunitas hijab, komunitas kucing, sekolah SD, diajak Fahdina Hadi ikutan Inacraft,  di kantor saya sendiri dan pernah juga di Dmall, Cibinong City Mall dan akhir-akhir ini di Margocity. (Da saya mah apa atuh cuma remah-remah rengginang di kaleng khong guan).
  
Saya mulai masuk ke dunia crafter sekitar akhir 2012, saat itu saya sedang sekolah lagi dan punya banyak waktu luang, dan sebagai anak sekolah saya membutuhkan tambahan uang jajan.
Awal mula saya membuat produk berbahan baku flanel, saya membuat gantungan kunci, magnet kulkas, baby shoes. Sampai pada awal 2014 saya kepingin bisa menjahit, saya nekat beli mesin jahit yang harganya lumayan. Sadar harga mesin jahitnya mahal, saya mikir kudu cepat balik modal dan pelan-pelan belajar menjahit. Dari mulai brosing tutorial gratisan sampai berguru ke bu Umi fidh (saat itu craftalova fabric club baru mulai berkembang).
kita langsung aja ya, Ada beberapa hal yang perlu di ketahui sebelum ikutan bazaar :
1.Berdasarkan biaya bazaar, saat ini rata-rata biaya bazaar perhari antara 300-500rb (untuk event-event seperti bazaar kantor) atau 800-1,3jt per hari (untuk di mall semacam margo). hal ini dapat kita siasati dengan join stand bersama teman lain.
2.Untuk event bazaar semacam bazaar kantor saya menyarankan bisa join dengan 2-3 orang teman. Kenapa?? karena event bazaar kantor ini waktunya hanya sebentar 2-3 hari saja. Jam buka bazaar mengikuti jam kantor. Jam 8-16.00 atau kalau di event  mengikuti jam event di mulai dan berakhir,
3.Sedangkan untuk bazaar di mall, bisa ‘keroyokan’ 8-10 org dalam 1 stand, itu pun dengan syarat dan ketentuan berlaku ^^. Space bazaar di mall antara 2x2 M sampai 3x2 M (semakin besar stand akan semakin mahal biaya sewanya). Jam buka-tutup stand bazaar di mall tentunya mengikuti jam buka tutup mall tersebut. Ada mall yang ketat, tenant yang belum buka pada saat mall buka atau tenant yg tutup lebih dulu sebelum mall tutup, akan di foto oleh satpam dan dilaporkan ke management mall, dan selanjutnya pihak management akan menegur EO, pihak EO berhak mem-black list dan kita tidak bisa ikutan bazaar di mall itu lagi.
4.Untuk bazaar di mall jangan langsung melunasi biaya sewa stand, cukup bayar DP nya dan stand dilunasi H-2 sebelum bazaar berakhir. Dan biaya sewa stand di mall pun sebenarnya dapat di tawar, tinggal pandai-pandainya kita menawar ke pihak EO.
[9/21, 19:15] CdLia Rahmawati: 5.Segmentasi produk. Hal ini baru saya pahami setelah beberapa kali ikut bazaar, bahwa barang saya terkadang kurang cocok dengan calon pembeli di bazaar tersebut. Penting untuk mengetahui event apa yang berlangsung, siapa yang hadir sebagai pengunjung dan hal ini dapat di gunakan sebagai petunjuk membuat stok produk.Jadi kita harus benar-benar paham apakah barang yang kita jual diminati oleh orang yang datang. contohnya jika event bazaar acara kampus tentunya barang yang kita buat juga harus di sukai mahasiswa, barang yang ‘kekinian’ dan ramah di kantong mahasiswa. Atau jika bazaarnya di event para hobiist kucing, buatlah barang yang ada motif kucingnya. Walaupun pengunjung acara bazaar tersebut ramai, jika barang yang kita buat kurang sesuai dengan segmen pengunjung di event tersebut.... maka omset bazaarnya  kurang maksimal.
6.Menentukan harga bazaar. Saya selalu terbiasa menghitung harga jual berdasarkan penggunaan bahan baku + ongkos pembuatan + laba dan juga biaya promosi. Nah biaya promosi ini yang bisa kita 'mainkan' ketika bazaar. Saat bazaar orang sering berpikir bahwa dapat membeli dengan harga lebih murah (bahkan untuk bazzar di tempat sekelas margocity :p
7.Stock barang untuk bazaar, berapa banyak sih stok yang kita bawa untuk bazaar. Cara mudahnya adalah minimal 3 kali harga biaya bazaar yang dikeluarkan. Biaya bazaar ini bukan hanya biaya stand, tapi juga ongkos saat jaga stand (transport+makan). Contohnya biaya bazaar 300rb + ongkos jaga 50rb = 350rb.. maka stok barang yang di bawa minimal seharga 1.050.000. Tapiii.. ukuran dan jumlah barang yang di bawa juga tetap harus di perhatikan, karena kita kan bazaar berbanyakan 
8.Barang apa saja yang di bawa saat bazaar?
Barang yang saya jual adalah tas, di kisaran harga mulai 50rb-250rb. Saya juga membawa barang kecil murah meriah dan berguna, barang kecil ini lah yang membantu membayar biaya bazaar.
9.Display barang saat bazaar. Alat display akan sangat membantu menampilkan barang yang kita jual. Misalnya kalau kita jual bando, sebaiknya bando cantik itu didisplay menggunakan alat display bando..
10.Selalu mencatat stok barang bazaar dan mencatat juga barang apa saja yang terjual saat bazaar. Ini dpaat kita evaluasi barang apa saja yang menjadi best seller.
11.Share informasi di medsos mengenai bazaar yang akan kita ikuti seminggu sebelumnya, mengundang teman-teman untuk mampir dan syukur-syukur beli produk kita
12.Bazaar adalah ajang promosi dan branding, bawalah kartu nama/ flyer untuk diberikan ke pengunjung dan dimasukan ke kantong belanja. Pengunjung bazaar adalah pembeli sesaat, kita mengharapkan agar orang-orang mengetahui produk kita. jika orang tersebut tidak membeli pada saat bazaar (karena belum butuh atau belum ada uang) siapa tahu di masa yang akan datang  ia akan menghubungi dan membeli barang kita. Walaupun mungkin pendapatan di bazaar tidak banyak, anggaplah uang yang kita bayarkan untuk stand sebagai uang promosi/iklan untuk produk-produk kita
13.Jualan di bazaar tidak sama dengan jualan online. Akan lebih capek secara fisik tentunya, tetapi bazaar adalah ajang sosialisasi dan interaksi langsung ke pembeli, maanfatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya 
14.Oh ya.. sebagai tambahan, jika ingin barang dagangan kita laris manis habis terjual... ikutlah bazaar pada saat menjelang Lebaran/ bazaar Ramadhan. mau jual apa saja.. pasti laris manis (alhamdulillah, berkah bulan Ramadhan)
Tanya Jawab :
Tanya : Bagaimana tip n trik ikutan bazaar utk crafter yg kerja full-time
(dari mb Diana dengan brand DiinZHeartmade)
Lia Rahmawati: untuk bu Diana- --> Bu Di... eike pan full time worker juga  Bazaar yang saya semuanya sudah terencana, artinya paling tidak sy sudah prepare H-2 minggu ataupun H-1 bulan sebelumnya. nah dalam masa itulah saya berusaha untuk menyiapkan stok barang. tiap pulang kantor motong bahan, menyiapkan pelapis tas dan perintilan lainnya. dan sy jahit di weekend..  jadi, saya ngga akan berani untuk tiba2 ikut bazaar kalau sy sadar ngga punya stok. everything have to be well prepare
Tanya: Image bazaar itu kan jual barang dengan harga murah. Nah bagaimana strategi harga agar masih bisa kompetitif dengan harga sale di mal atau di tempat lain (dari mb Indriati dengan bran Ing's Craft)
Lia Rahmawati: mb Indriati dengan bran Ing's Craft : saya langsung kasih contoh ya mba, kalau kita biasa bikin tas pakai bahan linen, untuk bazaar jangan kasih full linen, bisa di kombinasi dengan bahan lainnya. Atau pakai linen2 perca dan tetap kombinasi dengan bahan lain. Intinya.. membuat barang second line yang tidak sepremium bahan asli kita. Atau memang sudah menetapkan harga jual yang bisa di berikan spare diskon. Seperti td saya bilang, hitunglah tiap barang yang akan di jual disertai dengan persentase untuk promosi. Nah persentase promosi itulah yang dapat kita “mainkan" saat bazaar
Tanya : Untuk Poin no. 6, bagaimana cara mainkan harga promosi? Apakah harga dibuat lbh murah atau bagaimana? (dari Dewi S dengan brand Naufara Craft)
Lia Rahmawati:  Untuk mba Dewi-NAufara Craft : Saya selalu terbiasa menghitung harga jual berdasarkan penggunaan bahan baku + ongkos pembuatan + laba dan juga biaya promosi. Nah biaya promosi ini yang bisa kita 'mainkan' ketika bazaar. Jadi..semua barang walaupun saat tidak ikut bazaar, kita harus menghitung biaya promosi yang di masukan ke dalam komponen perhitungan harga jual. biaya promosi ini bs sampai 10% dari total bahan yang kita pakai. semoga paham dengan yg saya maksud ya mba
Tanya: Apakah ada panduan untuk berinteraksi dengan customer saat bazaar? Apa sih yang harus disampaikan ke mereka dan bagaimana caranya, terutama bagi orang2 yang cenderung pendiam, ngga bawel dan tidak pandai mencari topik pembicaraan? Dan bagaimana juga menghadapi pelanggan yang mengatakan barang kita mahal dan bagaimana menjaga kepercayaan diri agar kita tidak menjadi down dan yakin bahwa produk kita pantas dihargai segitu? (dari mb Putri NFA dengan brand Utie Collections)
Lia Rahmawati: Mba putri-Utie collection : sebagai penual barang handmade kita kudu punya PD 2 juta mba 藍. barang yang kita jual kan kita yang buat sendiri, kita tahu harga bahannya, kita tahu kesulitan pembuatannya, dengan menghargai barang kita dengan pantas (tidak murah-/ tidak mahal) kita dapat dengan baik menjelaskan ke customer, bahwa barang handmade berbeda dengan barang grosiran. intinya kita edukasi cutomer agar melek barang handmade. namanya berdagang harus bawel dan sumeh mba... jd PD aja lagi... semangaaat 
Tanya : Apakah mb Lia pernah ada rasa minderrrr gitu saat bazaar ya biarpun sering ikutan dimall2 , suka ketemu dg sesama crafter yg sama atau tdk ditempat bazaar tsb, bagaimana cara mengatasi minder ya? Lalu  kalo pengunjung itu suka ada yg nawar gak sih sampai kita tarik ulur harga ataukah langsung dibandrol harga alias harga sudah nett                   
dari mb Yusnidar evi dengan brand romessa craft)
Lia Rahmawati: mba yusnidar evi _ romessa craft : apakah sering di tawat?? sering bangeeet siss... buat di mall sekelas margo, GI sampe di inacraft pun barang kita di tawar sadiss. tapi kan kita tau patokan harga jualnya brp.. jd tetap harus diperhitungkan spare harga untuk org menawar. walaupun syukur2 ada juga customer yg beli barang ngga pake nawar. soal minder.. pernah banget pas ikutan inacraft di ajakin mba dyna dulu... "gw udh gila kali ya berani-beraninya ikutan inacraft", tapi balik lagi kita meyakinkan diri sendiri bahwa kita berusaha sebaik-baiknya bhw barang yang kita buat memang layak di jual. saya malah seneng kalau bisa ketemu sesama crafter saat bazaar.. bisa saling berdiskusi dan syukur2 kalau dpt pencerahan dr diskusi tsb
Moderator : Yenny Komala

No comments:

Post a Comment